Pages

Pentingnya Membangun Rasa Percaya Diri Pada Ibu

Pentingnya Membangun Rasa Percaya Diri Pada Ibu

Halo, sahabat Bengkel Bunda

Apa kabar? 

Pernahkah sahabat merasa tidak percaya diri? Menjadi insecure melihat pencapaian orang lain?

Ah, sebagai manusia biasa tentu kita pernah tidak percaya diri. Melihat kondisi kita yang ternyata tidak ada apa-apanya dibandingkan orang lain. 

Saat ada ibu yang sukses dengan karirnya, kita merasa insecure.

Saat ada ibu yang sukses mendidik anak-anaknya, kita juga insecure. 

Tentunya kita tidak boleh membiarkan rasa tidak percaya diri itu berlarut-larut. Itu akan jadi bumerang bagi diri sendiri. 

Apalagi, sangat penting bagi seorang ibu untuk punya rasa percaya diri. 

Hari ini, saya akan cerita tentang pentingnya membangun rasa percaya diri pada ibu. 

Percaya Diri Itu

Sebelum saya cerita  pentingnya membangun rasa percaya diri pada ibu, kita diskusi dulu ya tentang apa itu percaya diri. 

Menurut sahabat Bengkel Bunda, apa sih percaya diri itu?

Apakah percaya diri itu artinya kita bangga dengan diri sendiri? Apakah percaya diri itu artinya kita menerima setiap pencapaian yang ada pada diri kita? 

Percaya diri diartikan sebagai sikap dimana seseorang mampu berpikir positif dan percaya pada kemampuan yang dimilikinya bisa bermanfaat bagi dirinya dan orang yang ada disekitarnya.

Orang yang percaya diri tidak akan beranggapan bahwa dirinya adalah penghambat untuk mencapai sesuatu. 

Baca Juga : Pede Menerbitkan Buku Solo

Seorang ibu yang percaya diri, tidak akan merasa perannya sebagai ibu adalah penghalang dalam mencapai tujuan.

Ibu yang percaya diri akan menjalankan semua peran keibuannya dengan bersungguh-sungguh, memanfaatkan semua potensi yang dimilikinya. 

Mengapa Ibu Harus Percaya Diri?

Percaya diri adalah sikap yang harus dimiliki oleh setiap orang. Bila ingin jadi orang yang sukses, tentu harus menjadi orang yang percaya diri terlebih dahulu. 

Dengan kepercayaan diri itu, setiap orang akan mengerahkan setiap potensi terbaiknya dalam mencapai impiannya. 

Begitu juga untuk ibu. Penting bagi seorang ibu untuk memiliki rasa percaya diri. Mengapa?

Pertama, ibu adalah individu yang punya hak untuk mengembangkan setiap potensi yang dimiliki. Status sebagai seorang ibu bukan menjadi penghalang dalam mengembangkan potensi. 

Oleh karena itu, ibu perlu memiliki rasa percaya diri. Agar tetap bisa mengembangkan setiap potensi yang dimiliki, seraya melakukan peran keibuannya. 

Kedua, ibu adalah sekolah pertama bagi anak-anaknya. Ibulah yang mendidik anaknya untuk bisa tumbuh menjadi pribadi hebat. Tentunya anak yang bisa tumbuh menjadi pribadi hebat adalah anak yang memiliki rasa percaya diri. Bila ibunya memiliki rasa percaya diri, maka anaknya pun akan tumbuh menjadi anak yang percaya diri. 

Ketiga, dengan memiliki rasa percaya diri, seorang ibu akan semakin sering bersyukur. Menerima apa yang ada pada dirinya. Mengembangkan setiap potensi yang dimiliki. Tak akan merasa insecure dengan pencapaian orang lain. 

Keempat, rasa percaya diri akan membuat ibu menjadi bahagia. Ibu tidak akan galau lagi dengan apa yang bukan jadi miliknya. Hatinya akan tenang menerima apa yang ada pada dirinya. Happy mom raise happy kids. 

Kelima, percaya diri membuat seorang ibu menjadi lebih berdaya. Dengan rasa percaya dirinya itu, ibu bisa memanfaatkan semua potensi terbaiknya untuk menjadi ibu yang berdaya. 

Baca Juga : Perempuan, Yuk Berdayakan Diri Melalui Literasi 

Membangun Rasa Percaya Diri Pada Ibu

Sahabat, setelah tahu betapa pentingnya seorang ibu memiliki rasa percaya diri, kini apa yang bisa dilakukan agar ibu bisa punya rasa percaya diri tersebut? 

Berikut adalah beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk membangun rasa percaya diri.

1. Menulis jurnal syukur

Banyak penelitian membuktikan, rutin menulis jurnal syukur bisa membangun rasa percaya diri. Jurnal syukur memudahkan kita melihat hal-hal baik yang sudah kita miliki. 

2. Belajar

Belajar akan membangun rasa percaya diri. Dengan belajar pengetahuan akan bertambah. Ini membuat kita lebih percaya diri.

3. Inspirasi

Mencari inspirasi dari orang-orang yang sukses bisa membuat kita lebih percaya diri. Orang-orang sukses tentu memiliki rasa percaya diri yang bisa kita jadikan inspirasi. 

4. Bergabung dengan komunitas

Bergabung dengan komunitas, apalagi yang sevisi, bisa membuat kita lebih percaya diri. Ada teman yang akan saling membantu untuk membangun rasa percaya diri. 

Bengkel Bunda menjadi komunitas atau wadah bagi setiap perempuan untuk bisa percaya diri dengan potensi yang dimiliki. Bersama-sama menjadi pribadi yang selesai dengan diri sendiri.

5. Ikut Pelatihan

Mengikuti pelatihan juga bisa membangun rasa percaya diri. Dengan pelatihan kita bisa dibimbing untuk membangun rasa percaya diri. 

Seperti pelatihan yang akan digelar oleh Bengkel Bunda pada awal Oktober lalu. Setelah sukses melakukan pelatihan membangun rasa percaya diri bersama Rumah Asa, Bengkel Bunda hadir kembali untuk memberikan pelatihan kepada setiap ibu agar menjadi pribadi yang percaya diri. 

Jangan lupa untuk ikut serta ya Sahabat, dapatkan informasinya pada gambar di bawah ini.

Pentingnya Membangun Rasa Percaya Diri Pada Ibu

Demikian cerita saya tentang bagaimana membangun rasa percaya diri pada ibu. Semoga artikel ini bisa memberi inspirasi bagi Sahabat Bengkel Bunda untuk membangun rasa percaya diri. 

5 Penulis Perempuan yang Menginspirasi

Penulis perempuan


Halo, sahabat Bengkel Bunda

Apa kabar? 

Beberapa waktu lalu, kita sudah membahas tentang bagaimana pentingnya memberdayakan perempuan melalui literasi. Kali ini akan menyenangkan jika kita membahas penulis perempuan yang menginspirasi.

Ya, literasi bisa menjadi pintu gerbang perempuan dalam berkiprah. Menjadi penulis termasuk sebuah pekerjaan yang menjanjikan. 

Ada banyak penulis perempuan di Indonesia yang menghasilkan karya-karya inspiratif. Penulis-penulis perempuan itu menjadi bukti, bahwa literasi bisa memberdayakan perempuan.

Siapa saja kelima penulis perempuan yang menginspirasi itu? Yuk, baca sampai akhir ya.

1. NH Dini

NH Dini adalah penulis senior yang banyak menulis buku-buku inspiratif. Penulis yang bernama asli Nurhayati Sri Hardini Siti Nukatin ini adalah sastrawan perempuan terbaik di Indonesia.

Banyak karya yang sudah dihasilkan, diantaranya "Hati yang Damai" (1961), "Pada Sebuah Kapal" (1973), "La Barka" (1975), dan masih banyak lagi. 

Baca Juga : Perempuan, Yuk Berdayakan Diri Melalui Literasi 

Tahun 2016 lalu, NH Dini memperoleh Lifetime Achievement Award dari gelaran Ubud Writers and Readers Festival. NH Dini berpulang pada 2018 lalu, namun dia tetap abadi dalam karya-karyanya. 

2. Mira W

Bagi sahabat Bengkel Bunda yang besar di era 90 an, pasti tidak asing dengan Mira W. Novel-novel Mira W tak hanya berjejer rapi di rak-rak toko buku, tapi juga ada di perpustakaan-perpustakaan sekolah. 

Mira Widjaja adalah seorang dokter yang juga sukses sebagai novelis di Indonesia. Dia sudah meluncurkan 82 novel. Beberapa diantaranya sudah diangkat ke layar lebar. 

Mira W mulai menulis dengan membuat cerita pendek. Karya pertamanya adalah cerpen yang berjudul "Benteng Kasih", pada tahun 1972. Selanjutnya dia menulis banyak novel yang jadi best seller, seperti "Sepolos Cinta Dini", "Merpati Tak Pernah Ingkar Janji", dan masih banyak lagi. 

3. Dee Lestari

Dee Lestari adalah nama pena dari Dewi Lestari Simangunsong. Perempuan yang sebelumnya berakhir di dunia tarik suara ini, mulai menulis di tahun 2001.

Sejak itu, Dee Lestari selalu menghadirkan novel-novel yang fenomenal, misalnya"Supernova" dan "Aroma Karsa". 

Beberapa karyanya juga diangkat ke layar lebar, yaitu "Perahu Kertas " dan "Filosofi Kopi". "Menulislah dari hati", adalah pesan yang sering disampaikan oleh Dee Lestari. 

4. Asma Nadia

Asma Nadia juga merupakan salah satu penulis perempuan di Indonesia yang menginspirasi. Asma Nadia hadir dengan novel-novel religi. 

Baca Juga : Pede Menulis Buku Solo

Perempuan berhijab ini sudah banyak menulis novel religi. Beberapa diantaranya sudah diangkat menjadi sinetron maupun film. 

Novel-novel Asma Nadia sukses dikenal masyarakat. Beberapa karyanya antara lain "Assalamualaikum Beijing", "Catatan Hati Seorang Istri", hingga "Surga yang Tak Dirindukan". 

5. Trinity

Menjadi penulis perempuan tak hanya berkarya melalui novel saja. Trinity atau memiliki nama asli Ade Perucha Hutagaol, adalah penulis yang memulai dari blogger.

Awalnya, Trinity selalu membagikan pengalaman wisatanya melalui blog pribadinya. Ini membuat dia lantas dikenal sebagai penulis wisata yang terkenal di Indonesia.

Baca Juga : Tips Menulis Bagi Ibu Rumah Tangga 

Catatan perjalanan ini pun dibukukan. Salah satu karya terbaiknya adalah, "The Naked Traveler", yang sudah diadaptasi ke dalam bentuk film layar lebar di tahun 2017. 

Kelima perempuan penulis ini sangat menginspirasi. Mereka menghadirkan karya-karya terbaiknya di bidang literasi. Mereka adalah bukti bahwa, literasi bisa memberdayakan perempuan. 

Bagaimana dengan sahabat Bengkel Bunda? Adakah yang ingin menjadi penulis? 



Perempuan, Yuk Berdayakan Diri Melalui Literasi

Hari Literasi Internasional


Halo, sahabat Bengkel Bunda

Apa kabar? 

Tahukah sahabat, jika hari ini, 8 September 2022 diperingati sebagai Hari Literasi Internasional. Peringatan ini menjadi momen yang penting bagi perempuan untuk memberdayakan dirinya melalui literasi. 

Hari Literasi Internasional 2022

Hari Literasi Internasional atau Hari Aksara Internasional ini diperingati setiap tanggal 8 September. Peringatan ini diinisiasi oleh UNESCO (Organisasi Pendidikan, Keilmuan, dan Kebudayaan PBB) sejak tahun 1967.

Penetapan hari literasi ini berangkat dari fakta masih tingginya angka buta huruf di seluruh dunia. Tak hanya itu, literasi adalah hal yang sangat bagi kelanjutan harkat dan martabat manusia. 

Literasi sendiri diartikan sebagai seperangkat kemampuan dan keterampilan individu dalam membaca, menulis, berbicara, menghitung, dan memecahkan masalah pada tingkat keahlian tertentu yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga, literasi tidak bisa dilepaskan dari kemampuan berbahasa.

Tema Hari Literasi Internasional tahun ini adalah "Transforming Literacy Learning Spaces". Peringatan tahun ini menjadi kesempatan untuk memikirkan kembali pentingnya ruang belajar literasi untuk membangun ketahanan dan memastikan pendidikan yang berkualitas, adil, dan inklusif untuk semua. 

Perempuan dan Literasi

Sahabat Bengkel Bunda, literasi ini sangat berkaitan erat dengan perempuan. Tingkat literasi perempuan masih rendah. Masih banyak perempuan yang buta huruf. 

Padahal, perempuan punya peran penting dalam literasi ini. Apalagi, di era digital seperti ini. Di mana banyak sekali informasi yang bisa diakses perempuan berkaitan dengan perannya dalam pengasuhan anak. 

Tak hanya untuk melek informasi, kecakapan literasi digital perempuan juga diperlukan untuk menghindari anak terpapar efek negatif digitalisasi, mulai dari bullying hingga pornografi.

Berdayakan Diri Melalui Literasi

Oleh karena itu, sudah selayaknya perempuan memberdayakan dirinya melalui literasi. Bagaimana caranya? 

Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan perempuan untuk memberdayakan dirinya melalui literasi.

1. Membaca buku

Buku sumber ilmu pengetahuan. Memberdayakan diri melalui literasi dimulai dari rajin membaca buku. Ditengah kesibukannya, perempuan harus menyempatkan waktu untuk membaca buku. Sediakan waktu minimal 10 menit per hari untuk membaca buku. 

Baca Juga : Pede Menulis Buku Solo

2. Cek fakta

Di era digital seperti ini, kita bisa dengan mudah menerima informasi. Saat menerima informasi, pastikan selalu cek fakta terlebih dahulu. Agar terhindar dari informasi palsu atau hoax.

Baca Juga : Tips Menulis Bagi Ibu Rumah Tangga 

Hari Literasi Internasional

3. Bijak bermedia sosial

Media sosial tidak bisa dipisahkan dalam kehidupan kita sehari-hari. Tak perlu menghindari media sosial, hanya perlu bijak dalam menghadapinya. Ikuti akun-akun media sosial yang membawa dampak positif, agar timeline kita juga selalu memiliki aura yang positif. 

4. Bergabung dengan komunitas

Bergabung dengan komunitas literasi bisa membantu perempuan untuk memberdayakan dirinya. Banyak komunitas literasi perempuan yang bisa diikuti. Contohnya KLIP (Kelas Literasi Ibu Profesional), IIDN (Ibu-Ibu Doyan Nulis), Blogger Perempuan, BBBBClub (Buibu Baca Buku Book Club), dan lain sebagainya.

5. Mengikuti pelatihan literasi 

Tidak ada salahnya juga untuk mengikuti pelatihan literasi. Misalnya, ikut pelatihan menulis dari Bengkel Bunda yang akan segera digelar. Agar perempuan tak hanya rajin membaca, tapi juga bisa menulis, mengikat ilmu. 

Baca Juga : Pelatihan Menulis Bengkel Bunda 

Perempuan, Yuk Berdayakan Diri Melalui Literasi

Selamat Hari Literasi Internasional. Semoga peringatan tahun ini jadi momentum bagi kebangkitan literasi perempuan. Perempuan, yuk berdayakan diri melalui literasi.