Pages

Hidup Lebih Bahagia dengan 3 Cara Berpikir Positiff Berikut Ini

Tips hidup bahagia


Halo, sahabat Bengkel Bunda

Apa kabarnya? Semoga baik-baik saja, ya!

Hari ini Bengkel Bunda akan memberi sedikit inspirasi untuk bisa hidup lebih bahagia. 

Hmm, siapapun pasti ingin hidup lebih bahagia. 

Tapi bagaimana caranya? 

Haruskah punya banyak harta dulu? Haruskah punya karir yang cemerlang dulu? 

Tentunya, kebahagiaan tidak hanya diukur dengan hal-hal material seperti itu ya, sahabat. 

Punya hidup lebih bahagia itu bisa dimulai dari diri kita sendiri. Bagaimana kita melakukan hal-hal yang membuat hidup lebih bahagia. 

Salah satunya dengan selalu berpikir positif. Ya, orang yang selalu berpikir positif pasti akan lebih bahagia dalam menjalani hidupnya. 

Baca Juga :  Krisis Identitas dan Cara Mengatasinya 

Semua yang terjadi dalam hidup selalu dipandang dengan pikiran positif. Bahwa ada hikmah dibalik setiap peristiwa. 

Sayangnya, tidak banyak orang yang bisa selalu berpikir positif terhadap setiap kejadian. Apalagi jika kejadian yang terjadi bukanlah hal yang menyenangkan. 

Sahabat Bengkel Bunda bisa melakukan tiga cara berikut agar bisa berpikir positif sehingga hidup lebih bahagia.

1. Bersyukur

Cara pertama agar bisa hidup bahagia dengan berpikir positif adalah bersyukur. Dengan bersyukur kita akan bisa berpikiran positif. 

Syukuri setiap hal yang kita terima. Terima kebahagiaan juga kesedihan yang datang silih berganti. Yakinlah bahwa setiap peristiwa akan ada hikmah.

2. Tersenyum

Tersenyum bisa membantu kita untuk tetap berpikiran positif pada semua keadaan. Orang yang tersenyum bahkan saat merasa tertekan, akan tetap merasakan energi positif dalam menjalaninya. 

Bahkan, tahukah sahabat jika tersenyum itu mampu menipu pikiran dan mendorongnya untuk ke arah yang lebih positif. 

Jika pikiran negatif datang menghampiri, cobalah untuk menepisnya dengan senyuman. Cara berpikir positif yang satu ini telah terbukti ampuh mengusir pikiran negatif. Hidup pun jadi lebih bahagia. 

3. No drama

Cara terakhir untuk bisa berpikir positif adalah hindari mendramatisir keadaan. Walau terkadang dihadapan pada kejadian-kejadian tidak menyenangkan, sebisa mungkin bersikaplah no drama.

Dalam kondisi yang tidak menyenangkan, sangat manusiawi jika merasa terpuruk dan diliputi pikiran-pikiran negatif. Apapun situasinya, mendramatisir bukanlah hal yang sehat. 

Baca Juga : Hidup adalah Liputan Tak Terbatas 

Menempatkan diri sebagai orang paling malang di dunia justru akan memperparah keadaan. Karena itulah, hindari drama. Cara berpikir positif yang satu ini akan mengubah hidup jadi lebih baik dan bahagia.

Jadi, bagaimana?

Apakah sahabat Bengkel Bunda sudah siap untuk hidup lebih bahagia dengan 3 cara berpikir positif diatas? 

Pencapaian Diri Bersama Bengkel Bunda

 

Bengkel Bunda

Halo, sahabat Bengkel Bunda..

Apa kabar? Semoga selalu baik, ya!

Hari ini saya mau bercerita tentang pencapaian diri bersama Bengkel Bunda. Bersama Bengkel Bunda saya sudah menyelesaikan problem statement saya. 

Sedikit flash back, problem statement saya adalah tentang manajemen waktu. Indikator lulus saya adalah bisa lebih percaya diri bisa memanajemen waktu sehingga saya bisa selesai dengan diri sendiri dan bahagia. 

Baca Juga : Dahsyatnya Kekuatan Atomic Habits

Selama ini manajemen waktu menjadi momok tersendiri bagi saya. Banyaknya kesibukan baik di ranah domestik maupun ranah publik, seringkali membuat saya keteteran. 

Sering lupa pada pekerjaan, merasa lelah dan berujung pada uring-uringan. Ya, menjalani peran sebagai home educator bagi dua orang anak yang masih kecil tentu tidak mudah. Ditambah lagi kesibukan sebagai penulis. 

Baca Juga : Pelatihan Menulis Bengkel Bunda

Saya terus belajar melakukan manajemen waktu. Caranya dengan menerapkan gaya hidup sehat, membuat to do list dan selalu melatih karakter disiplin. 

Alhamdulillah, bersama tim Bengkel Bunda saya bisa menyelesaikan problem statement yang telah dibuat. 

Saya bisa mengatur semua peran, mulai dari peran menjadi istri, ibu , hingga pribadi. Makin percaya diri mendampingi anak-anak yang memilih homeschooling, berkarir menjadi penulis buku, blogger, maupun sebagai content writer. 

Hasilnya, ditengah-tengah kesibukan melakukan peran domestik, tahun ini buku solo kedua saya telah terbit. Buku solo ketiga pun dalam proses pengajuan ke penerbit. Doakan bisa launching awal tahun 2023, ya!

Pekerjaan sebagai blogger pun terus bertambah. Saya menandatangani kontrak selama setahun untuk dua campaign brand. Alhamdulillah. 

Dengan melakukan manajemen waktu yang baik, saya bisa memanfaatkan semua peluang yang datang. Bengkel Bunda membantu saya untuk menjadi pribadi yang percaya diri karena bisa mengatur waktu dengan baik. 


Terima kasih, Bengkel Bunda. 

Sebuah catatan dari Dian Kusumawardani, Home educator dan penulis lepas. 


Coffee for Change: Hidup adalah Liputan Tanpa Batas

 


Pada Selasa, 28 Juni 2022 pukul 10.00 WIB tim Bengkel Bunda mengadakan Coffee for Change dengan menggunakan platform zoom. Narasumber yang kami undang bukanlah tokoh yang sudah dikenal oleh publik. Yang menjadi alasan utama mengundang beliau adalah peran dan perubahan yang sudah beliau lakukan sebagai perempuan dalam membersamai anak-anaknya. Sahabat bisa mengetahui profile Narasumber lebih lengkap di sini.


Eriana Puspitasari Chandra Dewi, yang biasa dipanggil teh Dewi, adalah seorang mantan Jurnalis Hukum dan Kriminal. Ditengah puncak karirnya memutuskan untuk menjadi seorang Ibu Rumah Tangga untuk membersami kedua putra putrinya tumbuh.


Peran sebagai ibu dengan background Jurnalis yang sering meliput ini tetap melakukan liputan yang sama hanya berada di medan yang berbeda, yaitu medan Parenting. Menurut penulis apa yang beliau lakukan ini cocok dengan istilah customised parenting, mungkin saja hal ini tidak istimewa secara umum.


Tapi bila kita jeli justru ada poin penting yang harus kita contoh yaitu: skill dan pengalaman yang kita miliki pada satu bidang bisa kita praktekan pada bidang lain! termasuk parenting. Dan ini akan sangat memudahkan kita untuk mengetahui letak kekurangan yang harus kita perbaiki. Ini bukan perkara yang mudah bila skill dan pengalaman yang kita miliki masih tahap pemula. 


Mba DK sebagai Moderator yang juga berprofesi sebagai home educator serta penulis tidak mengalami kesulitan dalam memimpin acara talkshow tetap hidup selama satu jam. Bagaimanapun, dari pengamatan penulis mba DK bisa menggali lebih dalam tentang peran teh Dewi sebagai Ibu Rumah tangga yang ternyata menuntunnya ke bidang yang diminati semasa remaja (Arkeologi)  oleh teh Dewi tetapi mendapat tantangan dari kedua orang tuanya.  


Memutuskan resign untuk membersamai kedua putra putrinya justru memberikan double or triple happiness bagi teh Dewi. Menjadi penulis lepas di media yang dibangun oleh suami, juga bisa mengajak anak-anak dalam melakukan liputan. Mengenal alam dan sekaligus mengajarkan bagaimana hidup serta bertahan di alam dengan persediaan yang seadanya. 


Jumlah peserta yang hadir pada Coffee for Change ini tidak begitu banyak, ada 21 orang. Ini tidak jadi masalah bagi Tim Bengkel Bunda. Sesuai dengan value kami saat membangun komunitas ini kami lebih fokus pada quality over quantity. Di acara talkshow ni kesempatan para peserta untuk bisa bertanya secara interaktif dengan narasumber lebih besar. 


Selengkapnya simak Coffee for Change Hidup adalah Liputan tak Terbatas silahkan klik link ini