Pages

Krisis Identitas dan Cara Mengatasinya

 

Halo sahabat Bengkel Bunda, apa kabarnya? Semoga selalu baik-baik saja, ya

Hari ini saya mau cerita tentang krisis identitas. Hmm siapa disini yang pernah mengalami krisis identitas? Pastinya kita semua pernah mengalami krisis identitas. 

Mengalami krisis identitas adalah hal yang wajar. Tak perlu malu saat kita sedang mengalaminya, yang penting kita segera berusaha untuk mengatasinya. 

Bagaimana cara mengatasi krisis identitas? Yuk baca artikel ini sampai habis, ya! 

Apa itu Krisis Identitas?

Sebenarnya apa pengertian krisis identitas? Krisis identitas adalah sebuah peristiwa dimana individu mempertanyakan keberadaan dirinya. Bertanya tentang arti diri sendiri. 

Baca Juga : Mengenal Karakter

Menurut psikolog perkembangan Erik Erikson, krisis identitas menjadi proses penting dalam membentuk diri seseorang. 

Tanda Krisis Identitas

Sebenarnya krisis identitas bukanlah sebuah diagnosa. Melainkan keadaan dimana individu sering disibukkan dengan beragam pertanyaan seputar dirinya. 

Tanda krisis identitas biasanya dilihat dari beberapa pertanyaan sebagai berikut : 

1. Apa yang saya sukai? 

2. Apa nilai-nilai yang saya anut?

3. Siapa saya? 

4. Apa yang ingin saya raih? 

5. Apa peran saya?

6. Apa tujuan hidup saya? 

Bila pertanyaan-pertanyaan tersebut sering muncul dari waktu ke waktu, maka bisa dibilang bahwa kita sedang mengalami krisis identitas. Terkadang, krisis identitas juga disertai dengan gejala-gejala depresi seperti mudah marah, kehilangan minat, mudah lelah dan memilki suasana hati yang buruk. 

Penyebab Krisis Identitas

Penyebab krisis identitas adalah perubahan yang terjadi tiba-tiba. Perubahan yang tiba-tiba ini membuat diri kaget dan tidak siap.

Apalagi jika perubahan itu adalah peristiwa yang tidak menyenangkan. Misalnya kegagalan dalam menjalin hubungan, kehilangan seseorang yang dikasihi atau saat mengalami kegagalan dalam pekerjaan. 

Cara Mengatasi Krisis Identitas

Bila menyadari sedang mengalami krisis identitas, apa yang harus kita lakukan? 

Berikut adalah beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi krisis identitas.

1. Coba kenali diri sendiri

Cara pertama dalam mengatasi krisis identitas ini adalah cobalah untuk mengenali diri sendiri. Lakukan dialog dengan diri. Cari tahu tentang diri sendiri. Bisa juga dengan menggunakan beberapa tools pengenalan diri sendiri, misalnya tes ST 30. 

Baca Juga : Mengenal Bakat Melalui ST 30

2. Menulis jurnal syukur

Menulis jurnal syukur bisa membantu kita dalam mengatasi krisis diri. Dengan melatih bersyukur setiap hari, kita bisa menyakini bahwa diri kita berharga. Tak perlu rendah diri lagi. 

3. Mencoba hal baru

Mencoba melakukan hal baru bisa menjadi cara yang tepat mengatasi krisis diri. Misalnya dengan mencoba hobi baru. 

Baca Juga : Bagaimana Karakter Terbentuk

Hobi baru tak hanya menyenangkan, tapi juga bisa membantu kita mengembangkan hal baru dalam diri kita. Siapa tahu, hobi baru itu bisa mengeluarkan potensi diri yang masih terpendam.

4. Mencari dukungan

Menemui ahli untuk mengatasi krisis identitas ini juga boleh dilakukan. Misalnya dengan berkonsultasi dengan para psikolog. Atau bisa juga bercerita kepada orang terdekat. 

Penutup

Krisis identitas adalah sebuah proses yang wajar dalam kehidupan. Tak perlu takut dan terpuruk saat mengalaminya. Hal yang harus dilakukan adalah bangkit mengalami krisis identitas ini. 

Demikian artikel tentang krisis identitas dan cara mengatasinya. Semoga artikel ini bisa membantu sahabat Bengkel Bunda yang sedang mengalami krisis identitas. 

Ingin bercerita tentang krisis identitas yang pernah dialami? Yuk ditunggu komentarnya, ya!

Terima kasih.

Bagaimana Karakter Terbentuk

 




Pada tulisan sebelumnya  Mengenal Karakter disampaikan bahwa karakter bisa dibentuk sejak dini dalam lingkungan keluarga. Lalu apakah karakter bisa berubah? Apakah saat orang dewasa masih bisa membangun karakter baru, terutama merubah karakter yang tidak baik dan sudah terlanjur terbentuk. 

Menurut Heraclitus seorang filsuf asal Yunani yang hidup di abad ke enam sebelum Masehi, Karakter seseorang menentukan takdir hidupnya. Jadi apa yang terjadi pada kehidupan manusia itu semua tergantung dari bagaimana mereka membangun diri sendiri. Dia mengilustrasikan dengan karakter hewan yang mudah untuk dicerna. 

Donkeys would prefer straws to gold. 
Swine prefer mud to clean water.
Pigs wash themselves in mud, bird in dust or ash

Dari ilustrasi di atas jelas, sebanyak apapun emas yang diberikan kepada keledai tidak akan menarik perhatian mereka lebih memilih jerami. Demikian juga dengan hewan babi yang memilih lumpur daripada air bersih. Itu sudah menjadi kebiasaan mereka.

Dalam hidup manusia memiliki kebebasan memilih bagaimana dia membangun diri sendiri. Baik buruknya pilihan itu yang akan berperan besar dalam jalan hidupnya. Tidak jarang saat dia tahu apa yang akan dilakukan itu perbuatan buruk tapi tetap saja dilakukan, Lalu cepat atau lampat dia akan menanggung resiko atau akibar dari perbuatan buruknya. Ini yang dimaskud oleh Heraclitus bahwa karakter menentukan jalan hidup.

Misalnya kita bisa saja bingung melihat ada orang yang suka menyebar hoax. Padahal itu jelas tidak baik. Orang yang bersangkutan tentu juga mengetahui bahwa menyebar berita yang tidak benar adalah bukan sesuatu yang terpuji. Tapi mereka tetap melakukannya karena sudah terbiasa berbohong. Bisa jadi mereka mulai berbohong dari hal kecil dan terus berulang sehingga berbohong itu menjadi kebiasaan bahkan bisa dilakukan secara otomatis. Mereka akan merasa asing pada diri sendiri ketika mereka jujur.

Contoh lain, kita mengerti bahwa marah itu tidak bagus, tapi bagi orang yang sudah memiliki karakter pemarah, tidak ada jalan lain selain marah setiap saat. Bila tidak merubah diri maka selama hidupnya mereka akan menanggung akibat dari perilaku suka marah-marah atau gampang marah.

Menurut Dr. Fahruddin Faiz, seorang akademisi dan pakar filsafat Islam, ungkapan takdirmu tergantung karaktermu: Apapun yang engkau lakukan akan kau rasakan akibatnya. Bila ditarik dalam ajaran Islam, ini sama dengan apa tertuang dalam QS Al Zalzalah ayat 7 & 8: Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.
Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.

Takdirmu tergantung karaktermu:
Setiap orang hidup dan bertindak sesuai maqam yang dicapainya.
Maqam: level/pangkat derajat yang diraih seseorang dalam hidupnya sesuai usahanya.
Maqam: kondisi jiwa/kapasitas intelektual/status sosial/kekhususan pribadi

Sekecil apapun tindakan yang sudah kita lakukan akan kita tanggung akibatnya, saat ini bila hidup kita susah atau bahagia itu ada hubungannya dengan apa yang sudah kita lakukan di waktu lampau.


Pembentukan Karakter


Pada diagram diatas ada empat hal yang saling terkait dengan karakter, yaitu: Action - Habit - Attitude - Character.
Semua berawal dari Action (tindakan). Ketika satu tindakan berulang dilakukan maka akan menjadi Habit (kebiasaan) lalu menjadi Attitude (perilaku). Karena Attitude mempengaruhi sifat bathin lama-lama menjadi karakter (Character). Kalau sudah masuk karakter maka akan otomatis terlihat dalam tindakannya.

Dari siklus ini, kita bisa mengetahui bahwa karakter itu bukan harga mati atau tidak bisa dirubah. Ada kesempatan untuk berubah yaitu rasa keinginan yang tinggi, niat. Kenapa seseorang berwatak marah-marah, ya karena dia membiasakan diri untuk marah. Sedikit-sedikit marah akhirnya perilaku yang berulang-ulang ini menjadi karakter. Demikian juga bagi yang suka menyebar kabar bohong (hoax) karena kebiasaan berbohong sudah mendarah daging hingga membentuk karakter.

Dengan niat yang kuat, perubahan bisa dilakukan dengan memutus mata rantai siklus diatas. Mulai dengan melakukan tindakan (action) baik kebalikan dari karakter buruk yang ingin kita rubah. Ingin merubah karakter permarah, maka belajar untuk bersabar. Perlahan harus dilatih. Selain kekuatan niat, konsistensi juga dibutuhkan.

Selain merubah karakter buruk yang sudah mendarah daging, manusia juga bisa membentuk karakter baik yang baru. Contoh ingin membangun kegiatan baru, menulis. Lalu tindakan ini diulang-ulang akan membentuk kebiasaan (habit) sehingga menjadi kegiatan yang mendarah daging sehingga bila sehari tidak menulis akan merasa ada yang hilang.

Kiasan ini bisa digunakan dengan hal lain. Misalnya tindakan yang dilakukan adalah shalat Duha, lalu dilakukan secara rutin. Lama-lama bila meninggalkan shalat Duha ada hal yang tidak nyaman dalam hati.

Lalu berapa lama karakter bisa terbangun? Ini tentu tergantung dari kekuatan niat dan konsistensi si pelaku. Ketika kita tahu betapa pentingnya membangun karakter, kita harus punya keinginan yang kuat. Biasanya pemahaman yang benar akan melahirkan kepatuhan ataupun disiplin diri. Selamat membangun karakter baik sahabat Bengkel Bunda.


__
Sumber:
Takdir dan Karakter: Dr. Farhruddin Faiz.





Pelatihan Menulis Bengkel Bunda

Pelatihan menulis


Beberapa waktu lalu, Bengkel Bunda mengadakan pelatihan menulis. Pelatihan ini sifatnya adalah pelatihan menulis dasar atau basic writing. Mentornya adalah anggota Bengkel Bunda yang memang menggeluti bidang kepenulisan. 

Pada pelatihan ini, peserta tidak hanya diberi teori-teori kepenulisan dasar, tetapi juga melakukan praktik secara langsung. Pelatihan diadakan dua kali perempuan menggunakan Google Meet dan pendamping intensif dalam grup WhatsApp.

Baca Juga : 5 Cara Membuat To Do List Harian yang Efektif

Materi yang diberikan adalah tentang bagaimana mencari ide tulisan, membuat outline dan melakukan praktik membuat tulisan. 

Pertemuan pertama membahas bagaimana mencari ide tulisan. Ide tulisan bisa dicari dari pengalaman sendiri, pengalaman orang lain atau referensi. Lalu bagaimana membuat outline yang baik. Outline memudahkan untuk mengeksekusi ide tulisan. 

Baca Juga : Menulis untuk Bahagia

Setelah itu selama seminggu peserta diberi kesempatan membuat tulisan sesuai teori yang sudah disampaikan. Tulisan bisa ditulis dalam bentuk artikel blog ataupun postingan di sosial media.

Peserta juga bisa saling berdiskusi di grup WhatsApp. Bisa bertanya jika masih ada materi yang belum dimengerti. 

Setelah seminggu, pertemuan kedua membahas hasil tulisan dari setiap peserta. Rata-rata semua peserta sudah bisa membuat tulisan yang baik, sesuai outline yang sudah dibuat sebelumnya. Ide tulisannya juga menarik-menarik. Berasal dari aktivitas harian dan hal yang disukai dari setiap peserta. Bagi peserta yang sudah membuat tulisan akan diberikan e-sertifikat. 

Pelatihan pertama dari Bengkel Bunda ini bisa dibilang cukup sukses. Peserta sudah menguasai teori dan praktik. Hanya perlu terus konsisten menulis. 

Bahkan ada juga beberapa peserta yang ingin ada kelas lanjutan. Tentu ini akan jadi pertimbangan bagi Bengkel Bunda. Bengkel Bunda akan selalu memberikan beragam pelatihan yang bisa mengasah potensi agar menjadi pribadi yang percaya diri. 

Baca Juga : Mengenal Karakter 

Jadi, jangan lupa ya untuk terus mengikuti informasi Bengkel Bunda di sosial medianya. Agar tidak ketinggalan informasi tentang kursus apa yang diadakan oleh Bengkel Bunda. Boleh juga berbagi saran untuk kursus yang ingin diikuti di Bengkel Bunda. 

Terima kasih.