Halo, sahabat Bengkel Bunda
Tak terasa kita sudah memasuki bulan Ramadan. Di tengah euforia merayakan bulan suci, ada satu kegelisahan yang sering menghantui para Ibu di rumah: "Sanggupkah saya mengatur waktu antara ibadah, pekerjaan, dan urusan dapur yang seolah nggak ada habisnya?"
Kita semua tahu skenarionya: Bangun jam 3 pagi dengan mata mengantuk, lalu harus "perang" di dapur menyiapkan sahur. Belum lagi sore harinya, energi sudah terkuras tapi harus kembali ke dapur demi menu berbuka keluarga. Akhirnya, waktu untuk tadarus dan tarawih seringkali kalah oleh rasa lelah.
Tapi, tahukah sahabat? Ramadan tahun ini bisa jadi berbeda. Kita bisa tetap santai, rumah tetap harum masakan lezat, tapi waktu ibadah tetap maksimal. Caranya? Dengan Persiapan Cerdas.
Hmm, apa itu persiapan cerdas?
Yuk, baca artikel ini sampai habis.
1. Tata Kembali Niat dan Manajemen Waktu
Ibadah adalah prioritas. Agar tidak habis di dapur, kita perlu membagi waktu secara ketat. Tentukan kapan waktu belanja, kapan waktu istirahat, dan kapan waktu memasak yang paling efisien.
2. Mulai Nyicil Bumbu Dasar
Salah satu rahasia dapur profesional adalah bumbu yang sudah siap pakai. Cobalah mulai menyetok bumbu putih, kuning, dan merah di kulkas. Dengan bumbu siap pakai, waktu memasak bisa dipangkas hingga 50%.
3. Kenali Teknik Food Preparation (Food Prep)
Bukan sekadar menyimpan sayur, food prep adalah strategi membagi porsi masakan per hari. Misalnya, marinasi ayam untuk 7 hari kedepan lalu simpan di freezer. Saat sahur, sahabat tinggal goreng atau panaskan selama 5 menit saja!
BOCORAN SOLUSI: Ramadan Tanpa Panik!
Jujur saja, menyusun menu selama 30 hari itu melelahkan, bukan? Itulah alasan tim Bengkel Bunda menyusun sebuah panduan khusus untuk sahabat:
Ebook: RAMADAN TANPA PANIK - Panduan Food Prep 30 Hari Sahur & Buka.
Di dalam ebook ini, Bunda tidak perlu pusing lagi mikir besok masak apa, karena sudah disiapkan:
Jadwal Menu Lengkap 30 Hari (Sahur & Buka).
Resep Sat-Set (Ayam Teriyaki, Beef Yakiniku, hingga tips menu frozen).
Teknik Penyimpanan Sayur agar tetap segar dan nutrisinya terjaga.
Bonus: Food Prep Khusus Lebaran agar hari raya nggak habis di dapur!
4. Jaga Kesehatan dan Hidrasi
Jangan lupa, sehebat apa pun persiapan dapurnya, kesehatan sahabat tetap yang utama. Pastikan asupan air putih tercukupi di antara waktu buka dan sahur agar tetap bertenaga melakukan food prep mingguan.
5. Libatkan Keluarga
Ramadan adalah momen kebersamaan. Ajak suami atau anak-anak untuk membantu memberi label pada wadah food prep atau membantu memotong sayuran. Pekerjaan yang dilakukan bersama akan terasa jauh lebih ringan.
PROMO TERBATAS: Sambut Ramadan dengan Tenang!
Khusus bagi sahabat Bengkel Bunda yang membaca artikel ini dan ingin mulai mencicil persiapan Ramadan agar tidak kaget nantinya, kami memberikan Harga Promo Pre-Launch untuk Ebook "RAMADAN TANPA PANIK".
Harganya tidak sampai seharga satu kali makan di restoran, tapi manfaatnya bisa Bunda rasakan selama sebulan penuh!
[KLIK DI SINI UNTUK AMANKAN HARGA PROMO]
Jangan biarkan Ramadan tahun ini habis hanya untuk urusan dapur. Mari kita jemput pahala sebanyak-banyaknya dengan persiapan yang jauh lebih matang.
Selamat menjalani Ramadan penuh berkah!

Saat anak-anak masih SD, setiap ramadan selalu rempong dengan urusan menu. Agar anak-anak semangat ibadah puasanya, saya selalu bela-belain memenuhi keinginan mereka. Untung anaknya cuma 2 hahaha. Repotnya gak terlalu heboh karena beda 2 selera aja. Sementara orang-orang dewasa di rumah makan dengan menu yang sepemikiran aja.
ReplyDeleteTapi gapapa. Toh juga tidak sepanjang tahun memanjakan anak-anak dengan menu yang mereka inginkan. Anggap aja sebagai reward. Alhamdulillah bisa jadi penyemangat mereka untuk melewati ramadan dengan sebaik-baiknya.
Kalau menu sebenarnya saya lebih sederhana karena tahun ini fokus lebih banyak protein
ReplyDeleteAlhamdulillah anak anak juga makin senang kalau diajak makan protein
Untuk karbo, mereka tetap harus ada karena masih dalam pertumbuhan
Persiapan Ramadan kalau aku pribadi lebih ke persiapan mental, haha
Soalnya ada anak yang belum bisa puasa sementara saudaranya yang lain harus puasa
Godaannya lebih berat
Semoga Ramadan tahun ini lebih baik dari Ramadan2 sebelumnya, baik dari segi ibadah maupun dari segi pribadi bisa jadi lebih baik lagi ya aamiin.
ReplyDeleteIdem nih kalau puasa juga melakukan food prep, terutama bumbu2nya ya biar lebih sat set.
Waaahh mantul nih ada panduan 30 menu buka dan sahur selama puasa. Intip2 dulu ebooknya :D
Mbak aku udah nyiapin makanan setidaknya untuk seminggu. Lengkap deh ada sayur dan lauknya.
ReplyDeleteehhh yang diminta malah telor dadang dong wkwkwkkw.
Mau sedih tapi sekaligus seneng karna ngga repot kalo sahur.
Jadinya persiapan makanannya utk buka deh
Hihihi kita samaan nih mbak, sebelum Ramadan menyiapkan bahan makanan untuk seminggu ke depan. Kalau di rumah biasanya apapun masakannya kami juga rebus telur, jadi stok telur juga.
DeleteSoalnya kami yang dewasa lagi ngurangin karbo jadi butuh protein hewani tambahan buat nambah energi. Kalau anak2 sengaja dikasi double protein supaya kuat puasanya, apalagi mereka udah puasa sampai bedug Maghrib, supaya kuat hehe.
Membantu sekali ini e-book nya buat persiapan ramadan. Lengkap banget isinya.
ReplyDeleteMemang ya food prep bisa menghemat waktu dan energi sahur/berbuka, memastikan nutrisi tetap terjaga, mengurangi stres dapur, serta menghemat anggaran belanja
jadi inget waktu anak-anak kecil, selalu foof prep agar bisa ngerjain yang lain
ReplyDeletedan agar makanan maupun minuman tersedia pas waktu berbuka
Sekarang malah santai, karena anak-anak udah gede
Gak ada lagi yang harus diurus :D
Bener kak kalau di bulan Ramadhan ini food prep jadi senjata jitu dalam menyusun menurut makanan saat sahur dan buka puasa, dengn begitu bisa terlihat juga kandungan gizinya
ReplyDeleteFood Prep ini penting banget sih mbak. Bukan cuma perkara mempermudah persiapan makanannya ya, tapi juga bisa lebih tertata dari sisi komposisi dan kandungan gizinya.
ReplyDeleteIstri saya awal ramadhan ini ngelakuin foodprep, dan makanan sahur yang tersaji jadi lezat dan penuh gizi. Hasilnya pun mantap. Saya merasa puasa terasa lebih ringan, nggak gampang haus dan capek. Berkaaah lah kalo gitu ya, hehehe
Iya ya salah satu kerempongan ibu-ibu di bulan Ramadhan adalah menyusun menu lebih ekstra. Selain untuk memenuhi kebutuhan gizi anak, ada unsur selera dan reward juga yang dipertimbangkan. Misalnya mengikuti keinginan si Abang yang sudah bisa puasa full, si kakak yang ingin ta'jil istimewa atau si adek yang mau ikutan Sahur dengan menu yang bisa membangkitkan selera saat masih ngantuk.
ReplyDeleteStartegi foodprep bisa jadi langkah cerdas agar lebih cermat dari segi waktu, biaya dan tenaga agar ibu-ibu bisa tetap beribadah dengan tenang
Aih iyaa... ramadan gini mesti pintar-pintar kelola waktu, agar ramadan tidak berlalu begitu saja, tanpa dimanfaatkan sebaik mungkin untuk beribadah. Food prep itu jadi salah satu solusinya, biar bisa sat set di dapur.
ReplyDeleteRelatable banget buat ibu-ibu macam aq yang energinya tiap hari selama Ramadan habis di dapur. HAHAHA. Simpel tapi praktis tipsnya ya mbak. Yang penting manajemen waktu, stok bumbu, sampai food prep biar nggak masak dari nol tiap hari. Ibadah pun tenang. Ramadan tetap hangat, tapi badan nggak tumbang.
ReplyDeleteMenjadi Ibu memang paling challenge di masa Ramadhan, banyak hal yang perlu di persiapkan terutama mengatur makan. Sahut dan Buka. Walau bisa beli-pun tetap saja mengaturnya tidak mudah.
ReplyDeleteMenarik untuk E-book. Memudahkan Ibu-Ibu yang semakin hari perannya makin antri. Apalagi lagi udah urusan buat menu dan persiapan sahur dan lainnya.
Saya merasa kalau Ramadan malah suka lebih santai. Karena biasanya menjelang makan siang udah harus ada masakan. Ini masaknya menjelang berbuka. Untuk sahur juga biasanya menu yang simpel
ReplyDeletembaaaa, aku udah beli ebook nya, dan setelah baca, uwaaaah resep2nya sangat membantu buatku yg memang ga suka masak sebenernya, tp terpaksa ;p... banyak resep yg gampang, dan memang ga butuh waktu lama... apalagi kalau udah food prep yaaa. tinggal oseng2 aja pas sahur :D...
ReplyDeleteselama sahur ini aku memang pilih resep yang cepat dan gampang... jd kalau bahan2nya udah seabrek, dah laah bhaaaay ;p.
Saya juga suka buat bumbu dasar karena emang nggak suka ribet perkara dapur mbak. Heheh..
ReplyDeleteSelain itu kalau ada bumbu dasar, jadi enak, nggak terlaku buang bawang²an dan per-lombokan, yang dulu sering terbuang gara² nggak diolah lama. 🥹🥹
Di momen ramadhan gini, para ibu² bener² belajar menjadi efektif dan efisien ya mbak. ❣️❣️
Karena tau bangun jam 3 itu butuh perjuangan, maka saya sendiri tak pernah memaksakan istri harus demikian. Kalau yang bangun duluan saya, maka tak sungkan langsung ke dapur dan menyiapkan sahur. Biasanya istri menyusul juga ke dapur. Intinya saling membantu, saling melengkapi. Alhamdulillah nya juga anak-anak ga terlau ribet masalah menu buka atau sahur, jadi masak sederhana pun alhamdulillah dinikmati bersama
ReplyDeleteIyaya di bukan Ramadan ini banyak persiapan yang dilakukan, dari yang namanya sahur lalu juga buka puasa. Semangat jaga kesehatannya, jangan sampai dehidrasi atau tidak bertenaga
ReplyDeleteAnak bungsuku beda sama kakaknya. Lebih nempel dan lebih sulit ditinggal. Jadi demi kewarasan bersama, aku cuma masak kalau weekend. Weekday stok makanan katering matang di freezer. Jadi tinggal manasin. Terutama untuk sayurannya.
ReplyDeleteMemang dilema klasik setiap tahun itu ya antara pengen masak yang enak buat keluarga tapi takut energi habis duluan sebelum sempat Tarawih.
ReplyDeleteTips food prep dan stok bumbu dasar itu beneran penyelamat banget, sih. Setuju banget kalau persiapan yang matang bikin hati lebih tenang dan ibadah jadi nggak "ngos-ngosan". Ebook-nya menarik juga buat yang sering bingung besok mau masak apa.
Kalau aku, kebiasaan mempersiapkan ramadan itu, cuci mukena dan sajadah. Kebiasaan dari mamaku almarhum. Rasanya tuh enak banget, kalau pakai mukenah dan sajadah yang harum sepanjang bulan puasa. Padahal, mukena dan sajadah dicuci juga di hari biasa. Food prep juga penting, biar tinggal diolah dan enggak buru-buru saat masaknya.
ReplyDeleteBismillah ya mbak, Ramadan tahun ini lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya dan semua berjalan lancar. Tidak tumbang oleh kepusingan di dapur serta lebih matang mempersiapkan. Food preparation salah satu cara jitu mempersingkat waktu memasak di dapur, jadi bisa berimbang dengan ibadah Sunnah dan wajib juga.
ReplyDeleteWah, ternyata ada jual ebook mantul sekali, laris manis tanjung kimpul kalau begitu.
Setuju sih dengan menyiapkan food preparation, bumbu dasar ini bisa lebih praktis dan membantu saat memasak. Biar lebih sat set masaknya, nggak butuh waktu lama terutama kalau menyiapkan menu sahur
ReplyDeleteSaya langsung cek kulkas untuk melihat stok bumbu dapur,,,,eh bener kan ternyata bumbu dasar putih sudah habiiis. Auto pesen lagi deh. Untuk perbumbuan saya udah punya langganan mba di teman yang memang punya usaha bikin bumbu bumbu masakan jadi saya suka beli disana aja. Terus untuk food preparation juga ini penting abnget biar masaknya terarah dan terprogram, serta lebih gampang aja menghemat waktu.
ReplyDeleteWah ebooknya bermanfaat banget nih untuk para Bunda yang harus menyiapkan menu saat berbuka dan sahur semoga laris manis dan bermanfaat ya say untuk para pembaca!
ReplyDeleteSalah satu kuncinya persiapan Ramadan itu adalah mencicil bahan makanan. Soalnya saat puasa semua naik. Termasuk bumbu dapur juga harus ready. Jadi memperlancar proses memasak menu buka dan sahur. Terus wajib menyiapkan menu ringkas. Jadi kalau mepet waktu atau ga sempat masak, sudah aman. Kalau di rumah itu sambal goreng tempe, kentang Mustofa yang jadi andalan
ReplyDeleteAku tahun ini belum ada nyetok bumbu eh padahal biasanya selalu ada bumbu dasar di kulkas. Jadinya tiap mau masak harus blender dulu deh atau akhirnya milih masak yang nggak perlu bumbu halus.
ReplyDeleteBener banget sih ini.. Ngatur menu sahur & buka biar nggak ribet setiap hari ini memang perlu banget ... Supaya waktu tuh gak abis cuma di situ dan ada banyak spare kita buat fokus ibadah juga.
ReplyDeletebismillah ramadhan kali ini lebih baik dan fokus ibadahnya. Makanya saya juga siapkan food prep supaya sat set wat wet di dapur untuk persiapan saur dan buka, ga terlalu capek juga
ReplyDeleteHuaah, memang meal prep itu aslinya ngebantu banget banget yaa, terutama buat sahur yang emang senengnya cepet aja gitu masaknya. Jadi selain masak yang simple bisa juga dipadukan dengan yang agak ribet tapi memang masak dulu lalu disimpan, biar tinggal hangatkan atau tumis sebentar yaa.
ReplyDeleteUrusan kayak gini kalau jadi ringan beneran mengurangi beban pikiran sepanjang puasa ya.