Apa Kabar Resolusi Tahun Baru?

 

Resolusi tahun baru


Halo, sahabat Bengkel Bunda.. 

Apa kabar? 

Lama tidak berjumpa, ya! 

Kali ini Bengkel Bunda kembali menyapa para sahabat. 


Tak terasa, kita sudah berada di pertengahan bulan Januari 2024. Bulan pertama di tahun ini. Bagaimana hari-harinya? Apakah sudah membuat resolusi tahun baru? Atau bahkan sudah mulai menjalankannya, ya. 


Resolusi Tahun Baru


Tahun baru memang selalu identik dengan membuat resolusi. Resolusi menjadi sebuah hal penting agar bisa menjalani hari-hari di tahun yang baru ini. 


Bengkel Bunda sendiri juga punya resolusi, lho. Kami akan hadir lebih baik lagi. Membantu para sahabat untuk menjadi lebih baik lagi. Bukankah memang harus seperti itu ya, kita harus selalu lebih baik lagi setiap hari. 


Biasanya resolusi ini berisi doa dan harapan yang ingin dicapai selama setahun. Resolusi juga menjadi penyemangat kita dalam menjalani aktivitas sehari-hari. 


Makanya, setiap tahun mayoritas orang akan membuat resolusinya. 


Mengapa Resolusi Tahun Baru Sering Gagal? 



Meskipun mayoritas orang membuat resolusi setiap tahunnya, hanya minoritas yang berhasil. Banyak orang yang gagal mewujudkan resolusinya. Beberapa diantaranya mungkin bisa mewujudkan meskipun belum semuanya, atau bisa juga ada beberapa orang yang gagal total meraih resolusi yang sudah dibuat. 


Hal ini juga sudah dikaji secara ilmiah, lho. Mengutip dari BBC dari Penelitian University of Scranton yang dihimpun Statistic Brain menyatakan bahwa hanya ada 8% yang berhasil dalam mencapai resolusi yang mereka buat. 


Baca Juga : Pecha Kucha Jejak Pencapaian 2023


Hmm, kira-kira apa ya penyebab resolusi gagal dicapai? 


Ada banyak faktor mengapa kita gagal mencapai resolusi, diantaranya:


Resolusi yang dibuat kurang spesifik. 


Seringkali, resolusi gagal dicapai karena kurang spesifik. Misalnya, resolusi hidup sehat. Tidak ada yang salah dengan resolusi itu. Hanya saja karena kurang spesifik, indikatornya tidak jelas, sehingga seringkali susah diwujudkan. 


Resolusi hidup sehat bisa dibuat lebih spesifik misalnya dengan melakukan olahraga rutin 3 kali seminggu. Atau bisa juga melakukan diet intermittent fasting untuk mencapai berat badan yang diinginkan. Tentu ini akan lebih mudah diusahakan, ada indikatornya. 


Lingkungan tidak mendukung


Terkadang, kegagalan resolusi bukan dari diri sendiri. Namun, juga pengaruh lingkungan sekitar. Lingkungan yang tidak mendukung, bisa membuat kita gagal meraih resolusi. 


Misalnya, saat ingin melakukan diet intermittent fasting, eh lingkungan sekitar malah mengajak makan di jam puasamu, alamat gagal diet. Resolusi pun tak tercapai. 


Itulah penting mencari lingkungan yang mendukung. Agar resolusimu berhasil. 


Resolusi yang salah alamat


Resolusi sering gagal karena banyak yang membuat resolusi untuk sekadar ikut-ikutan. Kalau resolusi yang dibuat tak sesuai dengan diri, mana bisa resolusi itu dicapai. 


Jadi, pastikan membuat resolusi yang sesuai diri sendiri, ya! Biar resolusimu tak salah alamat. 


Tak ada perencanaan


Resolusi tanpa perencanaan sama dengan mimpi di siang bolong. Kalau cuma menuliskan hal-hal yang ingin dicapai, bagaimana bisa mewujudkannya. Tak ada perencanaan dalam meraih resolusi, membuat resolusi gagal dicapai. 


Jadi, pastikan membuat perencanaannya juga ya. Pecah resolusi ke bagian-bagian kecil, tuliskan bagaimana cara mencapai bagian-bagian tersebut. 



Penutup


Membuat resolusi itu tidak salah. Hal yang penting agar resolusi bisa tercapai adalah komitmen diri sendiri. Sejauh mana usaha yang sudah dilakukan untuk mencapai apa yang diinginkan. 


Baca Juga : Capai Resolusi Tahun Baru dengan Metode SMART


Selamat tahun baru sahabat Bengkel Bunda. Semoga tahun ini lebih baik dari sebelumnya. Jangan lupa membuat resolusi, ya! Dan semoga tahun ini semua resolusi bisa dicapai. 

No comments